Bismillahirrohmanirrohiim…
Pernahkah kamu merasa penat, lelah, bingung, malas, cemas, dan tidak tahu harus berbuat apa?!!
Jika jawabannya PERNAH , maka waspadalah, itu bisa jadi ciri-ciri mulai tertutupnya hati oleh berbagai noda/ mulai ditumbuhi oleh penyakit, yang pada stadium lanjut hati kita bisa mati.
Sebagaimana Alloh berfirman dalam :

Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup . Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Subhanalloh, tak ada keraguan dalam Al-Qur’an yang datang dari sisi Rabb, sehingga menjadi ibroh dan hikmah bagi kita yang mau mentadabburinya.
Sahabat hidup itu tidak selalunya mulus seperti di jalan tol, bahkan terkadang hidup itu bagai di dasar lautan yang gelapnya bertindih-tindih dan dihantam ombak serta badai yang tidak pernah kita sangka. Lalu apakah yang bisa membuat kita tetap bertahan dengan semua itu?
HATI 
Ya, jika dilihat dari hadits ini, maka dapat menjadi jawaban mengapa harus hati :
Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dari hadits di atas terlihat bahwa ketika hati kita baik, maka baiklah seluruhnya, namun ketika hati kita buruk akan buruklah seluruhnya, ibarat peribahasa mengatakan “karena nila setitik rusak susu sebelanga”.
Begitulah manusia yang tadinya memiliki hati yang bersih, namun karena terus melakukan dosa sehingga akhirnya menjadi hitam pekat hatinya dan menjadi rendah derajatnya di mata manusia oleh Alloh.
Maka dari itu, sahabat marilah kita hidupkan hati kita, dengan apa? Tentu saja dengan mengetahui hakikat diri kita, hakikat pencipta kita dan hakikat alam dunia ini diciptakan, jangan pernah merasa cukup dengan ibadah ritual yang sudah dijalani, karena bisa jadi semua itu tidak bernilai di hadapan Alloh dan menjadi hijab (penghalang) diterimanya ibadah kita.
Atau sederhananya mari kita mulai dengan pertanyaan :
1. Siapa kita?
2. Darimana kita?
3. Sedang dimana kita?
4. Mau kemana kita?
5. Harus bagaimana kita?
Dan ingat pula bahwa dzikir itu bukan hanya kalimat talbiah (subhanalloh, alhamdulillah, allohu akbar, laa ila ha ilalloh), tapi substansi dari dzikir itu sendiri adalah mengingat Alloh dalam berbagai keadaan dan kondisi, sebagaimana dilukiskan dalam kepribadian seorang ululalbab :

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Semoga Alloh senantiasa menghidupkan hati kita dan senantiasa menunjukkan kita kepada kebenaran…
Alhaqqu mirobbik fa laa takuunanna minal mumtariin….
Wallohu’alam bishowwab…
NB : Untuk dalil qur’annya sengaja tidak ditulis redaksinya, agar sahabat2 semua langsung berinteraksi dengan Al-qur’an, kan salah satu cara untuk menghidupkan hati kita juga 
Semoga hati kita semua hidup untuk kembali sebagai roh yg suci dari dosa ya inshallah……….masukan yg bagus alhamdulilah…………..
aamiin ya Robbal’alamiin…terima kasih pakcik
alhamdulilah sama sama juga……